angioplasti

Inilah Kisah Yang Akan Terjadi Pada Orang Yang Tidak Punya Asuransi?

Yang akan saya ceritakan kali ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami oleh salah satu sahabat saya. Setelah meminta ijin untuk mempostingnya di website PruSehat.com ini dia meminta saya untuk tidak menyebutkan namanya dalam kisah ini.

Inti dari kisah ini adalah kesadaran sang anak (sahabat saya) tentang pentingnya asuransi, dan kisah ini menunjukkan akibat yang akan terjadi pada orang yang tidak punya asuransi. Cerita ini diceritakan oleh sang anak.. Selamat menyimak!

23 Agustus 2014 kemarin, ayah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang. Setelah sakit dalam waktu yang lama, dan berbagai pengobatan yang telah kami upayakan ternyata tidak bisa melawan ketentuan Allah Swt.

Ayah wafat dalam usia yang terbilang masih muda dibandingkan dengan orang tua lainnya. 60 tahun adalah masa hidup yang diberikan oleh Allah kepada almarhum ayah saya.

Selama masa mudanya, ayah bekerja dengan giat dan menjadi orang tua yang sukses sehingga memiliki keluarga yang berada dalam tingkat ekonomi yang mapan. Kami sekeluarga hidup bahagia tanpa kekurangan satu apapun. Dan semenjak saya berusia 12 tahun, ayah sudah mulai menabung untuk membiayai biaya kuliah saya kelak. Dan saat saya ulang tahun yang ke 19 kemarin, ibu memberitahu bahwa tabungan yang dikumpulkan ayah sudah cukup untuk membiayai kuliah saya sampai S2.

Namun, rencana manusia ternyata tidak akan selalu berjalan mulus dan sesuai harapan saat Allah berkata lain. Ayah yang saya fikir sehat dan bugar ternyata menyembunyikan penyakitnya dari keluarga. Bahkan ibu pun tidak tahu kalau ayah sudah beberapa kali mengalami sakit jantung.

Bulan Januari, saat jogging pagi bersama kami sekelurga, ayah langsung jatuh. Tangan ayah tak lepas dari dadanya dengan wajah yang menyiratkan rasa sakit. Kami pun langsung membawa ayah ke rumah sakit, dan dari semenjak itulah kami tahu bahwa selama ini ayah menderita sakit jantung.

Alhamdulillah hari itu ayah masih bisa diselamatkan, tetapi untuk menjaga kesehatannya ayah diharuskan untuk menjaga pola hidup sehat, tidak boleh terlalu lelah bekerja, dan menjaga pola makan, karena jaringan pembuluh darahnya sudah mengalami banyak penyumbatan. Dan 1 bulan sekali ayah diharuskan untuk melakukan rawat jalan agar bisa dilakukan diagnosa penyakitnya.

Ayah membatasi aktivitasnya sehingga membuatnya kurang produktif dalam menghasilkan nafkah untuk keluarga, biaya pengobatan yang dikeluarkan pun membuat tabungan pribadi ayah menipis, dan terakhir saat ayah diharuskan untuk melakukan operasi angioplasti, keluarga kami dipaksa untuk menyiapkan dana puluhan juta rupiah untuk operasi tersebut.

Saat itu saya tidak memiliki jalan lain selain menggunakan uang tabungan untuk biaya kuliah saya. Ibu saya yang tidak tega menghadapi kenyataan tersebut seperti tidak punya pilihan lain. Tapi setelah saya yakinkan ibu untuk menggunakannya saja, akhirnya ibu saya pun mengiyakannya.

Uang tabungan tersebut pun habis, dan ayah hanya bisa bertahan beberapa minggu setelah operasi tersebut, hingga akhir agustus 2014 kemarin beliau wafat.

Saya tidak boleh menyalahkan takdir, dan juga tidak boleh menyesali keadaan. Tapi yang membuat saya merasa bersalah adalah, kenapa tidak mendorong ayah untuk ikut asuransi sejak awal. Karena kalau ayah mengikutinya, keadaan pasti tidak akan sesulit ini.

Tapi apalah daya, semua sudah terjadi! Biarlah ini menjadi kisah yang bisa dijadikan pelajaran untuk orang lain, betapa pentingnya mempersiapkan masa depan, dan betapa seriusnya masalah yang akan dialami kalau kita tidak siap menghadapi berbagai resiko yang akan muncul dalam kehidupan ini.

***

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah nyata tersebut! Saya pun sangat yakin kalau misalkan Almarhum ayah teman saya memiliki asuransi, maka ada banyak hal yang bisa dipertahankan.

Di Prudential, ada salah satu manfaat asuransi tambahan (Riders) yang disebut dengan PRUcrisis Income. Jadi, apabila tertanggung menjadi tidak produktif yang diakibatkan 34 jenis penyakit kritis, maka ada tunjangan yang diberikan sesuai dengan pendapatannya. Sehingga keluarga masih tetap mendapatkan pemenuhan kebutuhannya tanpa perlu menghabiskan uang tabungan, walaupun sang kepala keluarga sebagai tulang punggung sudah tidak produktif akibat penyakit kritis.

Saat ada keharusan operasi, maka pemilik polis asuransi yang mengambil riders PRUcrisis cover benefit 34 bisa terbantu biaya operasinya dari tunjangan asuransi tersebut. Tanpa perlu mengorbankan uang tabungan untuk biaya pendidikan maupun tabungan lainnya.

Dan terakhir apabila kematian menjemput, maka tertanggung utama akan memberikan uang pertanggungan kepada orang tersayang yang ditinggalkannya sebagai bekal hidup sepeninggalnya.

Demikian penjelasan yang bisa saya sampaikan mengenai kisah yang akan terjadi pada orang yang tidak punya asuransi. Maka dari itu, persiapkan masa depan dan segala resiko yang mungkin hadir dengan mengikuti program asuransi.

Untuk penjelasan lebih lanjut, atau untuk melakukan konsultasi tentang program asuransi terbaik yang sebaiknya diambil, silahkan hubungi saya DISINI..

Semoga bermanfaat.. 🙂

Incoming search terms:

emiliza agen prudential . kisah sukses agen asuransi prudential . emiliza prudential . kisah sukses agen asuransi . emiliza . cerita asuransi . orang sukses di prudential . agen prudential emiliza . kisah sukses agen prudential . kisah agen prudential yang sukses singkat . kisah agen asuransi . Kisah hidup agen prudential yg sukses . cerita tentang pentingnya asuransi . cerita manfaat asuransi prudential . Emiliza agenprudensia . cerita agen . kisah sukses nasabah prudential . orang orang yang sukses di prudential . akibat orang yang tidak mengikuti asuransi . orang sukses prudential . penyesalan orang tua tidak masuk asuransi . perjuangan seorang age . sukses prude . testimoni agen asuransi sukses . kisah sukses agen pru . cerita agen pru . cerita sukses agen prude . cerita seputar pentingnya asuransi . emuliza . cerita orang tak punya . cerita orang ikut asuransi jiwa . cerita manfaat prudential . kisah hidup orang tak punya . kisah nasabah prudential . kisah nyata pentingnya asuransi . kisah orang punya asuransi . testimoni sukses ag .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *