Penyebab Medis untuk Perempuan Melakukan Aborsi

Pru Sehat, Penyebab Medis untuk Perempuan Melakukan Aborsi – Tahukah Anda dimana sebaiknya melakukan proses aborsi yang aman? Karena proses aborsi harus benar-benar dilakukan oleh tenaga dan klinik aborsi profesional yang resmi. Artikel kali ini akan membahas tentang penyebab medis untuk perempuan melakukan aborsi. 
Penyebab Medis untuk Perempuan Melakukan Aborsi
Penyebab Medis untuk Perempuan Melakukan Aborsi

Setiap pasangan suami istri tentunya selalu mendambakan kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka. Namun, terkadang ada beberapa faktor yang menyebabkan kehamilan harus mengalami kegagalan, dan resikonya harus dilakukan aborsi maupun proses kuret. Terdapat berbagai alasan seorang wanita melakukan aborsi terhadap kehamilannya, yang perlu diketahui adalah aborsi menyimpan risiko dari sisi medis, terutama jika dilakukan secara tidak aman atau ilegal dengan tenaga yang bukan profesional.


Alasan Medis untuk Melakukan Aborsi


Faktanya, ada beberapa kondisi medis yang mengharuskan seorang perempuan menggugurkan kandungannya. Ada kondisi tertentu yang diperbolehkan aborsi karena mengancam nyawa. Berikut ini adalah alasan medis yang anjurkan perempuan untuk melakukan aborsi:


1. Gangguan jantung pada ibu hamil.


Gangguan jantung dapat menimbulkan risiko yang besar pada ibu hamil. Proses kehamilan akan menekan jantung dan sistem peredaran darah. Selama kehamilan, volume darah akan meningkat sebesar 30-50 persen untuk memberi makan janin yang sedang tumbuh. Hal itu membuat jantung memompa lebih banyak darah.


Hal yang sama juga terjadi pada proses persalinan. Seorang ibu akan mengalami perubahan dalam aliran dan tekanan darah dalam proses persalinan. Risiko tergantung pada sifat dan tingkat keparahan kondisi jantung ibu hamil. Dalam tingkat yang lebih tinggi, gangguan jantung pada ibu hamil bisa menyebabkan kematian akibat serangan jantung.


2. Kondisi kelainan atau cacat berat pada janin


Namun, tak semua cacat pada janin mengharuskan adanya tindakan aborsi. Proses aborsi hanya berlaku jika janin mengalami cacat berat. Paling parah, bayi tak memiliki kepala. Jika dilahirkan pun, bayi tak akan bisa hidup. Jikalau cacat bagian jari, itu tidak perlu aborsi.


3. Pasti akan keguguran


Kasus keguguran lebih berisiko bagi kesehatan wanita daripada aborsi. Seperti mengalami pendarahan, ketidak suburan, dan rasa sakit yang berlebihan. Jika dokter mengetahui bahwa janin pasti akan gugur (dengan ciri-ciri detak jantung janin sudah tidak ada atau kadar darah menurun drastis), metode aborsi justru lebih dianjurkan untuk dilakukan.



4. Kondisi kesehatan ibu


Gejala medis tertentu yang muncul selama hamil kemungkinan bisa membahayakan nyawa ibu. Hal ini bisa terjadi karena kehamilan itu sendiri atau penyakit lain (seperti kanker yang baru terdeteksi). 

Dalam kasus seperti ini, wanita pun diberi pilihan apakah harus tetap menjaga janin dalam kandungannya tetapi nyawanya sendiri yang terancam atau aborsi demi menyelamatkan ibu.

Namun metode aborsi tidak bisa sembarang dilakukan oleh semua orang. Anda harus benar-benar memilih klinik aborsi resmi yang tepat. Salah satunya adalah Klinik Raden Saleh yang merupakan penyedia layanan aborsi yang memiliki izin bersertifikat resmi di Jakarta, memberikan layanan aborsi atau kuret terbaik dengan tim dokter profesional serta perawat yang didedikasikan khusus untuk melayani tindakan aborsi. 

Baca juga: Makanan yang Dianjurkan Saat Hamil


Penutup


Sekian artikel dari Pru Sehat kali ini, tentang penyebab medis untuk perempuan melakukan aborsi, dimana aborsi sebaiknya dilakukan di rumah sakit maupun klinik dengan fasilitas kamar operasi dan peralatan medis yang mumpuni. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko aborsi yang berakibat fatal dan membahayakan nyawa seseorang.

Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya ke prusehat.com, jika ada pertanyaan silahkan hubungi admin@prusehat.com. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel Kehamilan selanjutnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel