Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perawatan Pasca Kuret yang Harus Anda Ketahui Agar Segera Pulih

Pru Sehat, Perawatan Pasca Kuret yang Harus Anda Ketahui Agar Segera Pulih – Tahukah Anda perawatan pasca kuret?, Jika Anda belum mengetahuinya, tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang tips perawatan pasca kuret yang harus Anda ketahui agar segera pulih. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai perawatan pasca kuret secara lengkap yang ada dibawah ini.
perawatan pasca kuret
perawatan pasca kuret

Perawatan Pasca Kuret Agar Segera Pulih


Yang perlu digaris bawahi adalah tindakan kuret ini dapat dilakukan dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Harus dilakukan oleh tenaga profesional maupun Klinik kuret yang bersertifikasi resmi. Prosedur kuret merupakan prosedur bedah singkat di mana serviks dibuka dan sebuah alat digunakan untuk mengambil lapisan rahim. 

Dengan berbekal pemahaman apa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah prosedur kuret, dapat mengurangi rasa khawatir dan membuat prosesnya tersebut berjalan lancar.
  

Kapan prosedur kuret dibutuhkan?


Proses kuret bisa dilakukakan ketika hal-hal berikut ini terjadi:

1. Pengangkatan jaringan di rahim selama atau setelah keguguran. Aborsi atau mengangkat bagian kecil plasenta setelah melahirkan. Hal ini dapat membantu mencegah infeksi atau pendarahan berat.


2. Diagnosa atau menangani pendarahan rahim abnormal. Kuret bisa membantu mendiagnosis atau mengatasi pertumbuhan polip, hormon tidak seimbang, atau kanker rahim, serta tumor jinak. Sampel jaringan rahim biasanya dilihat di bawah mikroskop untuk memeriksa adanya sel abnormal.


3. Kuret sendiri bisa mendiagnosis atau mengatasi kondisi normal pada rahim. Untuk mendiagnosis kondisi tertentu, dokter biasanya merekomendasikan jenis kuret yang disebut endometrial sampling untuk mendiagnosis kondisi bila:


4. Anda mengalami pendarahan rahim abnormal


5. Anda mengalami pendarahan setelah menopause


6. Dokter menemukan sel endometrial abnormal selama tes kanker serviks rutin.

Tips Perawatan Pasca Kuret 


Apabila Anda harus menjalaninya, berikut ini adalah tips penting perawatan pasca kuret yang harus Anda ketahui agar dapat segera pulih:

  • Setelah kuret dilakukan, pasien akan ditempatkan di ruang pemulihan selama beberapa jam. Dokter akan mengawasi apakah terjadi perdarahan berat atau komplikasi lain.
  • Jika dilakukan anastesi umum, kemungkinan Anda akan mengalami mual, muntah, dan mengantuk selama beberapa jam setelah prosedur.
  • Beberapa waktu setelah prosedur kuret, cobalah untuk berdiri dan berjalan perlahan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penggumpalan darah di sekitar kaki dan membuat otot kaki tetap kuat.
  • Gunakan pembalut biasa bila terjadi perdarahan pasca kuret. Hindari menggunakan tampon untuk mencegah infeksi.
  • Umumnya, pasca kuret, akan timbul rasa lelah, kram ringan di sekitar perut, atau perdarahan ringan selama beberapa hari. Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sebagai bagian perawatan pasca kuret, sesuai saran dokter.
  • Hindari membilas organ intim wanita dengan sabun pembersih. Selain itu, kemungkinan dokter akan melarang Anda segera mandi pasca kuret selama beberapa waktu.
  • Jadwal haid kemungkinan akan berubah pasca kuret. Ada kemungkinan lebih awal ataupun lebih terlambat dibanding biasanya.
  • Tunda hubungan intim pasca kuret sekurang-kurangnya tiga hari atau sesuai dengan saran dokter.
  • Istirahat yang diperlukan pasca kuret hanya sekitar 1-2 hari. Setelah itu, Anda segera dapat beraktivitas kembali secara normal.
  • Segera kembali ke untuk berkonsultasi ke dokter dan melakukan pengecekan sesuai jadwal yang ditentukan. Pada saat ini dokter akan menentukan apakah diperlukan perawatan lebih lanjut.
  • Jika kuret dilakukan karena keguguran, konsultasikan ke dokter sebelum memulai program hamil. Kemudian, untuk kuret yang dilakukan dengan tujuan mengambil tumor atau kanker, minta dokter untuk memaparkan hasilnya. Apabila dianggap prakanker atau kanker, maka dokter mungkin akan menyarankan perlu tidaknya konsultasi dengan spesialis lain lebih lanjut.

Risiko Komplikasi Kuret



  • Umumnya, kuret di rumah sakit aman dilakukan dan risiko komplikasi jarang ditemui. Meski tergolong jarang, infeksi atau efek samping pasca kuret bisa saja terjadi. Misalnya, terjadi kerusakan pada leher rahim, reaksi ketidakcocokan terhadap obat bius, perforasi atau lubang pada rahim, atau jaringan parut pada dinding rahim.
  • Jika hal itu terjadi, dapat memicu rasa sakit, siklus haid tidak normal, keguguran berulang, hingga sulit mengandung kembali. Oleh karena itu, Anda disarankan berkonsultasi mengenai risiko efek samping tindakan kuret sebelum menjalani prosedur ini.
  • Penting juga memerhatikan kondisi dan perawatan pasca kuret. Jika Anda mengalami perdarahan lebih dari 2 minggu, kram lebih dari dua hari, demam, rasa sakit yang semakin bertambah, atau muncul cairan dari vagina yang berbau, segera konsultasikan dengan dokter. Lakukan perawatan pasca kuret sesuai dengan saran dokter dan segera periksakan diri jika timbul gejala-gejala lain yang mencurigakan.

Bagi Anda yang ingin mencari klinik kuret terbaik, Anda bisa mengunjungi Klinik raden saleh.  Klinik ini merupakan tempat aborsi atau klinik kuret yang memegang sertifikat legal dari Kementrian kesehatan Indonesia untuk memberikan pelayanan dalam penanganan aborsi atau kuret yang baik dan benar. 

Tempat aborsi yang menjadi acuan seluruh dokter spesialis kandungan dan rujukan dari semua rumah sakit, klinik kesehatan wanita di indonesia. Mempunyai 10 Dokter Kandungan dan 50 Team Medis profesional yang handal dan terpercaya untuk melakukan tindakan kuret atau aborsi.

Baca juga: Makanan yang Dianjurkan Saat Hamil

Penutup


Sekian artikel dari Pru Sehat yang bisa dibagikan, tentang perawatan pasca kuret yang harus Anda ketahui agar segera pulih. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya ke prusehat.com, jika ada pertanyaan silahkan hubungi admin@prusehat.com. 

Jangan lupa share artikel ini agar orang lain terbantu dengan adanya informasi dalam artikel ini. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel Kehamilan selanjutnya.